Mengenal Polonium yang Diduga Pembunuh Arafat


RAMALLAH – Temuan terbaru yang menyebutkan mantan Presiden Palestina Yasser Arafat diracun, membuat Palestina menuntut otopsi atas jasad Arafat. Sebelumnya dicurigai bahwa Arafat diracun dengan menggunakan zat radioaktif polonium-210. Berikut informasi mengenai zat beracun itu.

Polonium adalah zat yang amat jarang ditemukan dan memiliki kandungan radioaktif tinggi. Umumnya, zat beracun ini ditemukan di atmosfir bumi dan dalam jumlah kecil berada di dalam lapisan dalam bumi. Polonium ini ditemukan oleh peneliti Marie Curie pada abad 19. Demikian diberitakan Al Jazeera, Kamis (5/7/2012).

Karena tingginya tingkat radioaktif, polonium juga digunakan sebagai pemicu senjata nuklir serta sumber tenaga dari satelit dan pesawat luar angkasa. Rusia juga menggunakan zat ini sebagai pemanas mesin yang mendarat di bulan pada era 1970-an.

Tetapi apakah polonium sempat digunakan sebagai racun sebelumnya? Jawabannya iya. Polonium diketahui digunakan sebagai senjata pembunuh terhadap mata-mata Rusia yang membelot, Alexander Litvinenko.

Diketahui, kondisi kesehatan Litvinenko dalam keadaan fit hingga 1 November 2006 ia tiba-tiba jatuh sakit dan dirawat. Dirinya dikabarkan menderita diare akut dan muntah. Rumah sakit pun mendiagnosanya dengan infeksi perut.

Dokter yang memeriksa Litvinenko mengatakan, kondisi tubuhnya dikabarkan menunjukkan gejala seperti halnya penderita hepatitis dan AIDS. Tetapi kedua penyakit itu tidak ditemukan sama sekali di tubuh Litvinenko. Dokter akhirnya menetapkannya menderita keracunan akibat radiasi dan berdasarkan tes, polonium berada di dalam tubuhnya.

Gejala-gejala keracunan polonium tidak terlalu banyak yang bisa diketahui. Ini disebabkan tidak ada literatur penemuan mengenai masalah tersebuat. Terlebih jarang sekali manusia menderita keracunan polonium.

Gejala jelas yang terlihat akibat keracunan polonium adalah muntah, diare, rambut rontok, dan jumlah sel darah putih yang terus menurun drastis. Sementara jejak racun bisa ditemukan pada organ vital seperti hati dan jantung. Hal ini tentunya membuat kegagalan fungsi organ.

Posted on 6 Juli 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: