Jembatan Tayan Tinggal Tanda Tangan Kontrak


Mempermudah akses penyeberangan, menghubungkan wilayah Piasak dan Teraju, Kementerian Pekerjaan Umum merealisasikan pembangunan Jembatan Tayan di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.

“Peresmian yang sekiranya akan dilakukan pada bulan Juni lalu, terhambat penandatanganan yang dilakukan dua negara, Indonesia dan Cina. Kontrak sudah disetujui, tinggal dilakukannya mekanisme pembayaran dari Cina ke Indonesia yang harus disetujui Menteri Keuangan (Menkeu),” kata Jakius Sinyor, Kepala Dinas PU Kalbar, Minggu (7/7).

Konsorsium yang terdiri dari China Road dan Bridge Corporation PT Wijaya Karya, rencananya akan membangun Jembatan Tayan dengan masa kerja selama 900 hari. Jembatan yang akan dibangun sepanjang 1.420 meter. “Proyek ini didanai melalui pinjaman dari Cina sebesar 90 persen dan APBN sebesar 10 persen. Pembangunan Jembatan Tayan ini menelan anggaran sekitar Rp 740 miliar,” ujar Jakius.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak mengatakan dibangunnya Jembatan Tayan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat di Kalbar. Apalagi Kalbar merupakan daerah aliran sungai dan laut, sehingga dibutuhkannya penghubung berupa jembatan. Pemerintah pusat juga telah menyetujui dan merealisasikan beberapa pembangunan di Kalbar. Beberapa pembangunan sedang menunggu proses penandatanganan persetujuan dari pemerintah pusat.

“Khusus untuk Kalbar, beberapa pembangunan sudah direalisasikan. Di antaranya Jalan Aruk yang menghubungkan beberapa kawasan di daerah utara Kalbar. Selain itu akses Jembatan Tayan sepanjang 1,5 km di Kabupaten Sanggau yang saat ini sedang menunggu proses penandatanganan persetujuan pembangunannya,” ungkap Hermanto saat menjawab pertanyaan Bupati Sanggau Setiman H Sudin dalam silaturahmi bersama Wapres dan Gubernur Kalbar Cornelis yang dihadiri bupati/walikota se-Kalbar di Pendopo belum lama ini.

Menurut Hermanto, khusus untuk Jembatan Tayan, belum diketahui kapan pelaksanaan peresmian pembangunannya. Karena proyek tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Dinas PU Kalbar yang bekerja sama dengan Cina.

“Untuk Jembatan Tayan, kontrak sudah kami lakukan dengan melakukan akses pelebaran jalan sepanjang 4 km. Selain itu juga di sekitar kawasan perbatasan, Kementerian PU juga sudah melakukan penanganan daerah di lintas utara yang menghubungkan jalan Kabupaten Bengkayang-Kabupaten Sanggau-Kabupaten Kapuas Hulu hingga ke Kaltim. Kesemuanya akan terealisasi di tahun 2012 ini,” paparnya.

Dikatakannya, sesuai pernyataan Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, akan ada pembangunan pelabuhan di Kayong Utara yang menghubungkan beberapa kabupaten di Kalbar. Nantinya akan menjadi perhatian pemerintah pusat sebagai referensi Kementerian PU. Pelabuhan tersebut nantinya akan menjadi akses dibangunnya jalan yang menghubungkan Kabupaten Kayong Utara dengan kabupaten lainnya di Kalbar.

“Kami akan melakukan analisis terhadap pembukaan jalan yang menghubungkan jalan lintas selatan. Sehingga mempermudah akses dari Kabupaten Kayong ke daerah lainnya di Kalbar,” ungkap Hermanto.

sumber : harian rakyat kalbar

Posted on 11 Juli 2012, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: