Hadits Muslim Tentang Fitnah dan Tanda Kiamat


Saudaraku pada bahasan kali ini saya membahas beberapa Hadist riwayat muslim tentang fitnah dan tanda kiamat.
Berikut saya cuplikkan beberapa hadits yang berkaitan dengan judul di atas.

1. Dekatnya fitnah dan dibukanya benteng Ya’jud dan Ma’jud

Telah menceritakan kepada kami Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Az Zuhri dari Urwah dari Zainab binti Ummu Salamah dari Ummu Habibah dari Zainab binti Jahsy nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bangun tidur dan beliau mengucapkan: “LAA ILAAHA ILLALLAAH, celakalah bangsa arab dari keburukan yang mendekat, saat ini penghalang Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka seperti ini -Sufyan dan lainnya melekatkan kesepuluh jarinya- aku (Zainab) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan sementara ditengah-tengah kami ada orang-orang shalih? Beliau menjawab: “Ya, bila kekejian banyak (menyebar).” Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, Sa’id bin Amru Al Asy’atsi, Zuhair bin Harb dan Ibnu Abi Umar, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dengan sanad ini. mereka menambahkan dalam sanad Sufyan, mereka berkata: Dari Zainab binti Abu Salamah dari Habibah dari Ummu Habibah dari Zainab binti Jahsy. (Hr. Msulim nomor 5128)

2. Penenggelaman tentara yang akan menghancurkan Ka’bah

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim, teks milik Qutaibah, berkata Ishaq: telah mengkhabarkan kepada kami dan yang lain berkata: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Abdulaziz bin Rufai’ dari Ubaidullah bin Al Qibthiyyah berkata: Al Harits bin Abu Rabi’ah dan Abdullah bin Shafwan bertamu ke kediaman Ummu Salamah, Ummul Mu`minin, aku bersama keduanya, keduanya bertanya tentang tentara yang dibenamkan ke bumi dan itu terjadi dimasa Ibnu Az Zubair. Ia menjawab: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seseorang berlindung di baitulah lalu pasukan dikirim menemuinya, mereka berada disalah satu padang pasir lalu mereka dibenamkan.” Aku bertanya: Wahai Rasulullah, lalu bagaimana dengan orang yang benci? Beliau menjawab: “Ia dibenamkan bersama mereka, tapi ia dibangkitkan pada hari kiamat berdasarkan niatnya.” Abu Ja’far berkata: Itu di tanah lapang Madinah. Telah menceritakannya kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abdulaziz bin Rufai’ dengan sanad ini, dan dalam haditsnya disebutkan: Ia berkata: Lalu aku bertemu dengan Abu Ja’far, aku berkata: Sesungguhnya Ummu Salamah hanya mengatakan disalah satu padang pasir. Abu Ja’far berkata: Tidak, demi Allah sesungguhnya itu adalah padang pasir Madinah. (Hr. Muslim nomor 5131)

3. Turunnya fitnah seperti tetesan hujan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, Amru bin An Naqid, Ishaq bin Ibrahim dan Ibnu Abi Umar, teks milik Ibnu Abi Syaibah. Berkata Ishaq: telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan yang lain berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Az Zuhri dari Urwah dar Usamah nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam naik ke salah satu benteng Madinah lalu beliau bertanya: “Apa kalian melihat yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah disela-sela rumah kalian seperti tempat jatuhnya hujan.” Telah menceritakan kepada kami Abdu bin Humaid telah mengkhabarkan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dengan sanad ini dengan matan serupa. (Hr. Muslim nomor 5135)

Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah mengkhabarkan kepada kami Abu Dawud Ath Thayalisi telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari ayahnya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Akan terjadi fitnah, orang tidur saat itu lebih baik dari orang terjaga, orang terjaga saat itu lebih baik dari orang yang berdiri dan orang yang berdiri saat itu lebih baik dari orang yang berjalan cepat. Barangsiapa menemukan tempat berlindung, hendaklah berlindung.” (Hr. Muslim nomor 5137)

4. Jika dua orang muslim saling berhadapan dengan pedang terhunus

Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dan Yunus dari Al Hasan dari Al Ahnaf bin Qais berkata: Aku pergi untuk menemui orang ini lalu Abu Bakrah menemuiku, ia bertanya: Kamu mau kemana wahai Ahnaf? Aku menjawab: Aku hendak menemui Nashr putra paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam -maksudnya Ali. Lalu ia berkata: Wahai Ahnaf, kembalilah karena aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bila dua orang muslim berhadapan dengan pedang, pembunuh dan yang terbunuh ada dineraka.” Aku berkata: Atau dikatakan: Wahai Rasulullah, ia yang membunuh (pantas masuk neraka), lalu bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: “Sesungguhnya ia ingin membunuh kawannya.” (Hr. Muslim nomor 5139)

5. Kiamat tidak akan terjadi hingga sungai Furat mengeluarkan gunung emas

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Abdurrahman Al Qari` dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kiamat tidak terjadi hingga Furat mengumpulkan emas dari gunung, orang-orang berperang karenanya. Setiap seratus orang, sembilanpuluh sembilan diantaranya terbunuh dan setiap orang diantara mereka berkata: Siapa tahu akulah orang yang selamat.” Telah menceritakan kepadaku Umaiyah bin Bistham telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Rauh dari Suhail dengan sanad ini dengan matan serupa. Ayahku berkata: Bila kau melihatnya, jangan mendekat. *Hr. Muslim nomor 5152)

6. Pembukaan Kota Kostantinopel, keluarnya Dajjal dan turunya Isa bin Maryam

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Mu’alla bin Manhsur telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepada kami Suhail dari ayahnya dari Abu Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga bangsa Romawi turun ke medan perang di suatu tempat bernama A’maq atau Dabiq, sehingga ada sekelompok pasukan dari Madinah yang keluar menghadapi mereka. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi ketika itu. Dan tatkala mereka berhadapan, pasukan Romawi berkata: ‘Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang menawan kami! ‘ Kaum muslimin menjawab: ‘Tidak, demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.’ Maka terjadilah peperangan antara mereka. Lalu ada sepertiga yang kalah dimana Allah tidak akan mengampuni dosa mereka untuk selamanya, dan sepertiga lagi terbunuh sebagai sebaik-baik para syuhada’ di sisi Allah, dan sepertiga lagi Allah memberikan kemenangan kepada mereka. Mereka tidak akan ditimpa sebuah fitnah untuk selamanya, lalu selanjutnya mereka menaklukkan kostantinopel. Dan ketika mereka sedang membagi-bagi harta rampasan perang dan tengah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, tiba-tiba setan meneriaki mereka ‘Sesungguhnya Al Masih telah muncul di tengah-tengah keluarga kalian, ‘ merekapun berhamburan keluar, dan ternyata itu hanyalah kebohongan belaka. Ketika mereka mendatangi Syam, ia muncul. Dan ketika mereka sedang mempersiapkan peperangan dan sedang merapikan barisan, tiba-tiba datanglah waktu shalat, dan turunlah Nabi Isa bin Maryam Shallallahu ‘alaihi wa Salam, lalu ia mengimami mereka. Dan apabila musuh Allah (Dajjal) melihatnya, niscaya ia akan meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air, meskipun seandainya saja ia membiarkannya nantinya ia juga akan meleleh lalu binasa akan tetapi Allah menginginkan ia membunuhnya dengan tangannya lalu memperlihatkan kepada mereka darahnya yang berada di ujung tombaknya.” (Hr. Muslim nomor 5157)

7. Kiamat tegak ketika Romawi adalah bangsa yang paling banyak penduduknya

Telah menceritakan kepada kami Abdulmalik bin Syu’aib bin Al Laits telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Wahab telah mengkhabarkan kepadaku Al Laits bin Sa’ad telah menceritakan kepadaku Musa bin Ali dar ayahnya berkata: Al Mustaudir Al Qurasy berkata didekat Amru bin Al Ash: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kiamat terjadi dan Romawi adalah manusia yang paling banyak.” Amru berkata: Perhatikan ucapanmu. Ia berkata: Aku mengatakan yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Ia berkata: Bila kau katakan demikian, pada diri mereka terdapat empat hal; mereka adalah orang-orang yang paling sabar saat terjadi fitnah, paling cepat miskin saat terjadi musibah, paling cepat menyerang setelah mundur, dan yang terbaik dari mereka terhadap orang miskin, anak yatim dan orang lemah. Yang kelima adalah yang menawan dan cantik serta paling tahan terhadap kelaliman para raja.

8. Berperang dengan orang Romawi dan banyaknya pembunuhan ketika Dajjal muncul

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ali bin Hujr keduanya dari Ibnu Ulaiyah dan teksnya milik Hujr, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim dari Ayyub dari Humaid bin Hilal dari Abu Qatadah Al Adawi dari Yasir bin Jabir berkata: Angin merah bergejolak di Kufah lalu seseorang datang, ia tidak memiliki kebiasaan lain selain berkata: Wahai Abdullah bin Mas’ud, kiamat telah tiba. Yasir berkata: Ibnu Mas’ud duduk setelah sebelumnya bersandar lalu berkata: Kiamat tidak terjadi hingga harta warisan tidak dibagi dan harta rampasan tidak membuat senang. Setelah itu ia berisyarat dengan tangannya seperti ini, ia menunjuk ke arah Syam lalu berkata: Musuh berkumpul untuk kaum muslimin dan kaum muslimin pun berkumpul untuk (menghadapi) mereka. Aku berkata: Romawi maksudmu? Ia menjawab: Ya, saat perang itu terjadi serangan besar-besaran. Kaum muslimin mengirim sekelompok pasukan agar mati, tidak kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka menyerang hingga malam hari lalu masing-masing dari kedua kubu kembali, masing-masing tidak menang dan sekelompok pasukan itu pun lenyap. Kaum muslimin mengirim sepasukan untuk mati, agar tidak kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka menyerang hingga malam hari lalu masing-masing dari kedua kubu kembali, masing-masing tidak menang dan sekelompok pasukan itu pun lenyap. Kaum muslimin mengirim sepasukan untuk mati, agar tidak kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka menyerang hingga malam hari lalu masing-masing dari kedua kubu kembali, masing-masing tidak menang dan sekelompok pasukan itu pun lenyap. Pada hari keempat, sisa kaum muslimin yang masih ada maju lalu Allah menjadikan kekalahan atas mereka. Mereka membunuh banyak pasukan, mungkin ia berkata: Tidak terlihat sepertinya, atau mengatakan: Tidak terlihat sepertinya (LAM YURAA MITSLUHAA atau LAM YURA MITSLUHAA), hingga burung-burung berterbangan melintasi segala penjuru mereka dan tidaklah melintasi mereka melainkan pasti tersungkur mati. Satu kabilah menghitung, tadinya berjumlah seratus orang tapi mereka hanya menjumpai satu orang saja, lalu harta rampasan perang mana yang bisa membuat senang atau harta peninggalan mana yang bisa dibagikan. Saat mereka seperti itu, mereka tiba-tiba mendengar serangan lebih besar darinya kemudian orang yang berteriak mendatangi mereka bahwa Dajjal telah mengganti mereka dikeluarga mereka lalu mereka membuang yang ada ditangan mereka kemudian pulang, setelah itu mereka mengirim sepuluh tentara berkuda ke depan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya aku mengetahui nama-nama mereka, nama-nama ayah mereka dan warna kuda mereka. Mereka adalah tentara berkuda terbaik di muka bumi saat itu atau diantara tentara berkuda yang terbaik di atas bumi saat itu.” Ibnu Abi Syaibah berkata dalam riwayatnya: Dari Usair bin Jabir. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ubaid Al Ghubari telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Humaid bin Hilal dari Abu Qatadah dari Yusair bin Jabir berkata: Aku pernah berada di dekat Ibnu Mas’ud lalu angin merah bergejolak, ia menyebut hadits serupa. Hadits Ibnu Ulaiyah lebih lengkap. Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah telah menceritakan kepada kami Humaid bin Hilal dari Abu Qatadah dari Asir bin Jabir berkata: Aku berada di kediaman Abdullah bin Mas’ud dan rumahnya penuh dengan orang, ia berkata: Angin merah bergejolak di Kufah, lalu ia menyebut seperti hadits Ibnu Ulaiyah. (Hr. Muslim nomor 5160)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Jarir dari Abdulmalik bin Umair dari Jabir bin Samurah dari Nafi’ bin Utbah berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam suatu peperangan. Ia berkata: Suatu kaum mendatangi nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dari maghrib, mereka mengenakan baju wool, mereka menemui beliau didekat suatu bukit. Mereka berdiri sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam duduk. Ia (Nafi’) berkata: Hatiku berkata: Datangilah mereka dan berdirilah diantara mereka dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam agar mereka tidak menyerang beliau lalu aku berkata: Mungkin beliau berbicara lirih dengan mereka. Aku mendatangi mereka lalu aku berdiri diantara mereka dan beliau. Aku menghafal empat kalimat dari beliau, aku menghitungnya dengan tanganku. Beliau bersabda: “Kalian akan memerangi jazirah arab lalu Allah menaklukkannya, setelah itu Persia lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya, selanjutnya kalian memerangi Dajjal lalu Allah menaklukkannya.” Kemudian Nafi’ berkata: Hai Jabir, kami tidak berpendapat Dajjal muncul hingga Romawi ditaklukkan. (Hr. Muslim nomor 5161)

9. Kiamat tidak akan terjadi hingga keluar api dari arah Hijaz

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahab telah mengkhabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab telah mengkhabarkan kepadaku Ibnu Al Musayyib bahwa Abu Hurairah diberi khabar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda. Telah menceritakan kepadaku Abdulmalik bin Syu’aib bin Al Laits telah menceritakan kepada kami ayahku dari kakekku telah menceritakan kepadaku Uqail bin Khalid dari Ibnu Syihab bekata: Berkata Ibnu Al Musayyib: telah mengkhabarkan kepadaku Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga keluar sebuah api dari bumi Hijaz yang menerangi leher seekor onta yang berada di Bushro.” (kota di Syam, pent.) (Hr. Muslim nomor 5164)

10. Menjelang kiamat Madinah akan tertimpa paceklik kemudian menjadi ramai (makmur)

Telah menceritakan kepadaku Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin Amir telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Suhail bin Abu Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Rumah-rumah tempat tinggal itu akan sampai ke daerah Ihab atau Yahab.” Zuhair berkata: Aku bertanya kepada Suhail: Seberapa jauh jarak (Ihab atau Yahab) dari kota Madinah? Ia menjawab: sekian dan sekian mil. Hr. Muslim nomor 5165)

11. Fitnah akan muncul dari arah timur, tempat munculnya tanduk setan

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rumh telah mengkhabarkan kepada kami Al Laits dari Nafi’ dari Ibnu Umar ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda sementara beliau menghadap timur: “Ingat, sesungguhnya fitnah itu disini, sesungguhnya fitnah itu disini dari arah terbitnya tanduk setan.” (Hr. Muslim nomor 5167)

12. Tidak akan terjadi hari kiamat hingga DausDzul Khilshah disembah

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ dan Abdu bin Humaid, berkata Abdu: Telah mengkhabarkan kepada kami, sementara Ibnu Rafi’ berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnu Al Musayyib dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kiamat tidak terjadi hingga wanita-wanita lemah Daus bergerak-gerak sekitar Dzil Khalashah.” Ia adalah patung yang disembah Daus dimasa jahiliyah di Tabalah. (Hr. Muslim nomor 5173)

13. Tidak akan terjadi hari kiamat hingga ketika seseorang melewati kuburan kemudian ia mengucapkan,

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas dalam Rasulullah yang dibacakan padanya dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kiamat tidak terjadi hingga seseorang melintasi makam seseorang lalu ia berkata: Andai aku menggantinya.” (Hr. Muslim Nomor 5175)

14. Runtuhnya Ka’bah

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahab telah mengkhabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Ibnu Al Musayyib dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dzus Suwaiqatain dari Habasyah meruntuhkan ka’bah.” (Hr. Muslim nomor 5180)

14. Antara dua tiupan sangkakala

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al Ala` telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Antara dua tiupan sangkakala terdapat empat puluh.” Mereka bertanya: Hai Abu Huraiarh? Empatpuluh harikah? Abu Hurairah berkata: Aku enggan menjawab. Mereka bertanya: Empatpuluh bulankah? Abu Hurairah berkata: Aku enggan menjawab. Mereka bertanya: Empatpuluh tahunkah? Abu Hurairah berkata: Aku enggan menjawab. Kemudian Allah menurunkan air dari langit lalu menumbuhkan seperti tumbuhnya tanaman. Ia berkata: Tidak ada seorang pun melainkan telah usang kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dari situlah manusia disusun pada hari kiamat. (Hr. Muslim nomor 5253)

Demikian, sebenarnya lebih banyak lagi hadits dari Imam Muslim tentang fitnah dan tanda kiamat, namun tidak semua saya tampilkan krn tulisan ini akan menjadi sangat panjang.

Wassalam.

Posted on 3 Agustus 2012, in Religius, Tanda-Tanda Kiamat dan Akhir Zaman. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: